Domo-kun Cute

Thursday, 22 September 2016

13:11

Whatever thing we do, make sure its come from a good intention. A good intention would give a good thought and a good way of life. Unfortunately, most people are more loved to discuss a problem rather than to find a solution. A good person is not the one who always demand, but he/she is the one who was never get tired to think and find a way to be a benefit giver in this world. Either in develop a civilized society, helping in growth world economic, protecting flora and fauna for a safer environment and so on.


Reciting the Quran, QS 13:11,

"Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves. And when Allah intends for a people ill, there is no repelling it. And there is not for them besides Him any patron."


Sunday, 21 August 2016

Untukmu, Lelakiku (Surat Balas puisi 'Untukmu, Perempuanku')

Dalam kelahiran, engkau dimuliakan
Dalam perjalanan hidup, engkau dihormatikan
Dalam pengabdian, engkau dibanggakan
Pada ayahnu,
Pada ibumu,
Pada isterimu,
Pada anak-anakmu,
Harapan itu tidak pudar
Kerana engkau terlalu gagah untuk dilupakan
Kerana engkau terlalu bertanggungjawab untuk ditinggalkan
Dalam tatapanmu ada cinta
Di bening bola matamu ada sinar bahagia
Dalam senyummu ada kehidupan
Dalam katamu ada pengertian
Dalam pelukanmu ada kehangatan cinta
Dan didekatmu adalah sumber kekuatan
Dan memilikimu adalah impian
Kepergianmu mematikan hati sepanjang zaman
Membiarkanmu melepasku adalah suatu kepertian
Pertanda berhentinya peradaban dan kesetiaan.

(A.Syafiqah Zolkifli, 2016)
Surat Balas 'Untukmu, Perempuanku'

Untukmu, Perempuanku

Dalam kelahiran, engkau dinantikan
Dalam perjalanan hidup, engkau dielukan
Dalam pengabdian, engkau dibanggakan
Pada ayahmu,
Pada ibumu,
Pada suamimu,
Pada anak-anakmu,
Harapan itu tak lekang
Karena engkau terlalu cantik untuk dilupakan
Karena engkau terlalu naif untuk ditinggalkan
Dalam tatapanmu ada cinta
Di bening bola matamu ada kasih sayang
Dalam senyummu ada kehidupan
Dalam tawamu ada kehangatan
Dalam pelukanmu ada kekuatan
Dan didekatmu adalah harapan
Dan memilikmu adalah impian
Kepergianmu adalah lonceng kematian zaman
Melepasmu adalah tangisan
Pertanda berhentinya peradaban 


(Reni Nuryanti, 2011) 

* sajak pembuka buku "Duhai Perempuan Menulislah"

Saturday, 20 August 2016

Kekasih dari Syurga Firdausi

Tuhan
Aku merindukanMu
Menangis akanMu

Tuhan
Lihatlah ini
Aku yang penuh dengan ruang dosa

Tuhan
Terima kasih atas hadiah ini
Nafas baru yang senantiasa segar setiap pagi
Rupa yang baik
Keluarga yang prihatin
Rezeki yang luas lagi berkah
Teman dan rakan persejuangan yang jujur

Tuhan
Andai ditakdirkan di dunia ini aku tidak ditemukan dengan mana-mana sang pria peneman suri hatiku,
Maka,
Kau damaikanlah hati kedua orang tuaku.
Peliharalah maruah mereka buatku.

Tuhan
Aku percaya kepada takdir dariMu lebih dari apa yang aku rancangkan
Lebih dari apa yang aku inginkan.

Siapa pun yang Kau temukan buat penemanku,
Dunia dan akhirat,
Aku percaya itu datang dariMu.

Tuhan
Lihatlah.
Aku merasa bahagia bersamaMu.

Tuhan
Lihatlah.
Aku merasa tenang berbicara denganMu.

Tuhan
Sedikit pun tidak aku kecewa dengan takdir dariMu.

Tuhan
Untuk kali ini,
Aku berdoa,
Siapa pun dia,
Dia adalah sosok yang terbaik dariMu buatku.


Dan jadikan hati kami redha,
Sehaluan impian dan penuh santun,
Mencintai dan saling menyayangi,
Menerima dan  saling menghormati,
Jujur dan saling setia.

Demi kesempuraan agama kami,
keturunan kami,
Dan harta kami,
Lau membangun sebuah keluarga harmoni.

Amin amin ya rabbal allamin.

Buatmu,
Wahai Kekasih dari Syurga Firdausi


Saturday, 6 August 2016

Puisi buatmu

Telah ku temukan yang aku impikanKamu yang sempurnaSegala kekurangan Semua kelemahanKau jadikan cintaTanpamu ku tak bisa berjalanMencari cinta sejati tak ku temukanDarimu aku bisa merasakanKesungguhan hati cinta yang sejatiKamu,Dikirim Tuhan untuk melengkapiku Untuk jaga hatikuKamu hasrat terindah untuk cintakuTakkan cemas ku percaya kamuKarena kau jaga tulus cintamuTernyata kamu yang ku tungguTerima kasih TuhanUntuk,Kota Surabaya




Tuesday, 12 July 2016

Awan Biru (A Bus Driver up to the sky)

Awan
Dibalik itu terdapat sebuah misteri
Yang masih belum terungkai

Awan
Apa kabar kamu hari ini?
Aku melihat kamu seperti helang yang bebas
Terbangnya kesana kemari
Merentasi ke semua pelusuk negeri

Aku yakin kamu baik-baik sahaja
Jika rindu terasa benaknya di dada
Pulanglah seketika
Akanku sambut kamu di bandara

Awan
Teruslah terbang dan bawalah kerjaya serta minatmu bersama.

Aku,
Akan terus mendokongmu
Tidak akan lupa kamu
Kerana kamu, adalah inspirasiku

Yang menantimu,

Penunggu setia dibandara